Muslimah Bahagia

15 Juli 2013, ada talkshow muslimah di gedung seberang yang dibuka untuk kementerian ini juga. Terima kasih mbak Intan, yang mengundang kami lewat group chat di gtalk ๐Ÿ˜€ Judulnya “Membangun Sinergi Keluarga Kokoh dan Karir Cemerlang”, pembicaranya Bunda Neno Warisman ๐Ÿ™‚ Moderatornya Azimah Rahayu. Lucky Me! Sejujurnya g terlalu tau Neno Warisman sebagai pemain film. Yang aku inget cuma dulu dibeliin ayah ibu kaset ini, liriknya di buku yang baguuuuus banget ilustrasinya. Yang masih aku inget, lagu “Allah Turunkan Hujan” sama “A Ba Ta Tsa” ๐Ÿ˜€ Beberapa tahun lalu pas inget lagi, didownloadin sama Renny! Makasiiiih ๐Ÿ˜› Terus bernostalgia, nyari-nyari lirik dan ketemu di web ini ๐Ÿ™‚ Lagu “A Ba Ta Tsa” itu sekarang juga jadi lagu kesukaan kakak walo judulnya berubah jadi “Saya bu” Hahaha, karena ada bagian lagu yang ada kalimat itu ๐Ÿ˜› Kalo Azimah Rahayu, aku suka banget sama buku “Pagi ini Aku Cantik Sekali“nya. Kado ulang tahun ke berapa gitu dari Kak Iman ๐Ÿ™‚ Sempet jadi semacam buku pegangan aku. Haha.. Lucky Me, aku berkesempatan ketemu 2 orang yang hasil karyanya bikin aku kagum ๐Ÿ™‚ Alhamdulillah ๐Ÿ™‚

Oke, kembali ke talkshow ๐Ÿ™‚ Bismillah, semoga masih inget, karena g ada contekan hand out ๐Ÿ˜›

20130715_TalkshowMuslimah

dengan 2 anak gadisnya. Adorable ;’)

“Bu, kerja dimana?” / “Cuma pegawai rendahan” atau “Cuma tukang ketik” atau “Cuma ibu rumah tangga”. Sering denger percakapan seperti itu? Sering ya? ๐Ÿ™ Lihat betapa seringnya wanita merendahkan dirinya sendiri. Padahal Allah sudah begitu meninggikan wanita. Di Alquran aja sampai ada satu surat tersendiri tentang wanita. Q.S. Annisa. Muslimah itu istimewa ๐Ÿ™‚ Hal pertama yang harus kita muliakan sendiri adalah tubuh kita. Bunda Neno ini waktu pertama berjilbab pun langsung memakaikan jilbab dua anak perempuannya walo ditentang keluarga, karena mereka masih kecil. Tapi beliau tetap berpendirian teguh dan bersabar karena yakin kalau apa yang dilakukan adalah untuk mengistimewakan anak perempuannya. Jleb! ๐Ÿ˜›

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Q.S. Al Ahzab : 59)

Lalu, g perlu dibahas lagi pula kan karena bukan hal baru tentang kemampuan multitasking wanita. Multi tasking karena banyak peran yang harus dijalani. Jadi ibu, istri, anak, menantu, pegawai, bagian dari lingkungan, dan lain-lain ๐Ÿ™‚ Pengen bisa semuanya oke, kita butuh mengatur strategi. Jangan mengikuti arus! ๐Ÿ˜€

Dimulai dari bekerja dulu ya. Bekerja itu bisa diibaratkan pohon. Penghasilan kita adalah buah. Walau semua bagian penting, bagian terpenting adalah akar yang kuat. Akar ini adalah niat bekerja. Kita bekerja buat apa? *Makasih Yuli bantu aku nyari hadits ini ๐Ÿ™‚

ู…ูŽู†ู’ ุณูŽุนูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู‡ู ููŽูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽุนูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนููŠูŽุงู„ูู‡ูุŒ ููŽูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽุนูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽูู’ุณูู‡ู ู„ููŠูุนูููŽู‘ู‡ูŽุง ููŽูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽุนูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุชูŽู‘ูƒูŽุงุซูุฑูุŒ ููŽู‡ููˆูŽ ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ู
โ€œBarangsiapa yang berusaha/bekerja untuk menafkahi kedua orang tuanya, maka terhitung fii sabiilillah. Barangsiapa yang berusaha/bekerja untuk menafkahi keluarga yang menjadi tanggungannya, maka terhitung fii sabiilillah. Dan barangsiapa yang berusaha/bekerja untuk kehormatan dirinya sendirinya (agar tidak meminta-minta), maka terhitung fii sabiilillah. Akan tetapi siapa saja yang berusaha/bekerja untuk bermegah-megahan, maka terhitung fii sabiilisy-syaithaan (di jalan syaithan)โ€ [Diriwayatkan oleh Al-Baihaqiy dalam Al-Kubraa 9/23 dan dalam Syuโ€™abul-iimaan no. 3875, Al-Bazzaar dalam Kasyful-Astaar no. 1867, Ath-Thabaraaniy dalam Al-Ausath no. 4214, dan yang lainnya; dishahihkan Al-Albaaniy dalam Ash-Shahiihah no. 2232]

Di situ ada kata ‘Barang Siapa’, g ada pembeda laki-laki atau perempuan. Poin lainnya lihat kata ‘berusaha/bekerja untuk kehormatan diri sendiri’, bahasa kerennya mengapresiasi diri :). Poin berikutnya ‘mencari nafkah untuk keluarga”, bisa keluarga kecil baru kita, orangtua kita, bahkan menghidupi sekeliling kita. Poin terakhir ‘Fii Sabiilillah’. Jadi jika kita bekerja, tentu saja di jalan yang halal, dengan niat untuk harga diri, kehormatan, keluarga, bahkan lingkungan sekeliling kita, Allah menyamakan dengan mujahid. Mujahid yang kalo meninggal, meninggal dalam syahid. Apa balasan syahid? Di antaranya, surganya di bawah singgasana Allah, saat menunggu hari akhir nanti, para mujahid diperbolehkan mencium aroma surga yang akan ditempatinya, dan yang terakhir yang bikin merinding, setiap pagi dan sore nanti bisa berhadapan dan melihat langsung wajah Allah swt *mrebes mili

Sudahlah, g usah kita pertentangkan tentang status ibu-ibu. Working mom lah, stay at home mom lah, dll. Semuanya tetap bisa membuat rumahnya sebagai rumah surga selama punya strategi yang strategis ๐Ÿ™‚ Jika mau belajar kisah nabi Muhammad SAW, dan khusuk membaca semua riwayat istri nabi, bisa kita lihat, semua istri nabi pun adalah wanita yang aktif, yang tidak hanya diam di rumah. Ini PR besar buat aku, nama-nama istri nabi aja g hapal. Gimana pengen anaknya jadi anak yang sholeh/ sholehah kalo ilmu agama masih aja cetek gini. JLEB! T__T

Semua orang punya mimpinya sendiri, tapi ujung-ujungnya adalah ingin meraih surga Allah kan? Mimpi yang benar, dengan cara yang benar, hasilnya pun insya Allah benar.

Nah, untuk bisa mencapai mimpi itu, strateginya harus dibikin. Sekali lagi, jangan mengikuti arus aja. Untuk bisa bikin strategi yang selalu bikin kita mikir “everything gonna be alright”, kita harus punya 4 kecerdasan. Pertama, kecerdasan intelektual. Kedua, kecerdasan emosional, kecerdasan yang sangat berhubungan dengan cara kita mengelola emosi dan perasaan. Bagian otak yang banyak berperan di sini adalah Amigdala. Jangan manjakan perasaan. Kelola amarah, hati, dan emosi kita. No drama! Hahaha ๐Ÿ˜› Kalo mau marah, coba tutup mata, menjauh dulu. Dan selalu upayakan untuk THINK POSITIVE (Apa yang kau sangka, itulah dirimu :)) ๐Ÿ˜€ Kalau masalah seperti g bisa diubah, coba cara memandang yang diubah ๐Ÿ™‚ Ketiga, kecerdasan spiritual, yakin semua yang terjadi adalah dengan izin Allah. Everything happen is a part of us. Takdir Allah. Jangan berburuk sangka pada Allah. Yang terakhir, adversity quotient, mental berjuang. Kecerdasan terakhir ini, sudah jelas kisahnya, Ibunda kita Siti Hajar. Bagaimana beliau tidak menyerah di saat ditinggal berdua di gurun pasir yang panas dan tandus. Ada satu artikel yang bagus dan jleb banget menurut aku, silahkan dibaca di sini ๐Ÿ™‚

So, what to do? Pertama, bina hubungan dengan Allah. Kedua, bina hubungan dengan anak (Misalnya, pakai mulut kita untuk menyapa hati mereka, jangan cuma marah-marah, jangan mengungkit apalagi minta balas jasa pada anak, jangan merendahkan anak, jangan membanding-bandingkan, dan sebagainya *ngomong sama diri sendiri sebelum nyodorin kaca buat yang baca :P), dan Gaulkan Nilai Baik dalam Keluarga (bangun nilai dan kultur baik di keluarga kita). Siapa ya familiar dengan ini “Kakak, Adek, Bunda kerja dulu ya?” / “Bunda kenapa kerja?”/ “Buat nyari uang buat beli susu adek, mainan kakak, bla bla bla”. Sadar g kalau kita mengajarkan anak jadi anak yang materialistis hanya dengan ucapan yang berulang itu setiap hari ๐Ÿ™ Gpp loh terdengar lebay dengan bilang “Bunda mau berjuang mencari nafkah buat keluarga kita” sehingga nilai berjuang dan nilai mencari nafkah sudah melekat di hati dan pikiran anak kita. Tapi kan maluuu didenger orang #abaikan ๐Ÿ˜›

ย Terakhir, Siapa yang sholatnya masih buru-buru? *ngacung ๐Ÿ˜› Aku baru tau dan semoga ini berguna untuk dibagi di sini. Surat Al Fatihah selalu dibaca di setiap rakaat yang kita kerjakan. Di sholat fardu aja berarti dibaca 17 kali. Sudah banyak yang tau betapa Allah menunjukkan keadilannya di dalam surat tersebut. 3 Ayat pertama untuk Allah, dan 3 ayat terakhir untuk Umat-Nya. Dan tahukah bahwa Allah ternyata menjawab di setiap ayat yang kita bacakan?

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah SWT ber-Firman :
“Aku membagi Shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku”.
โ–  Artinya, tiga ayat diatas Iyyaka Na’budu Wa iyyaka nasta’in adalah Hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-Nya.
โ–  Ketika Kita mengucapkan “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin”. Allah menjawab :”Hamba-Ku telah memuji-Ku”.
โ–  Ketika kita mengucapkan “Ar-Rahmanir-Rahim”, Allah menjawab : “Hamba-Ku telah mengaagungkan-Ku”.
โ–  Ketika kita mengucapkan “Maliki yaumiddin”, Allah menjawab : “Hamba-Ku memuja-Ku”
โ–  Ketika kita mengucapkan โ€œIyyaka naโ€™ budu wa iyyaka nastaโ€™inโ€ , Allah menjawab : โ€œInilah perjanjian antara Aku dan hamba-Kuโ€.
โ–  Ketika kita mengucapkan โ€œIhdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzina anโ€™amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin.โ€ Allah menjawab : โ€œInilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.โ€ (H.R. Muslim dan At-Turmudzi)
โ–  Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat. Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita.
โ–  Selanjutnya kita ucapkan “Aamiin” dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikatpun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.
โ–  Barang siapa yang ucapan โ€œAamiin-nyaโ€ bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan Ampunan kepada-Nya.โ€
(HR Bukhari, muslim, Abu Dawud)
sumber : ini

โ€œInilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.”ย That’s it! Allah telah berjanji memenuhi semua yang kita minta. Jadi kenapa berkeluh kesah? ๐Ÿ™‚

Yuk, jadi muslimah yang bahagia! ๐Ÿ˜€

PR : Benerin sholat! Belajar kisah Nabi Muhammad supaya bisa lebih mencintai rasul bukan cuma di mulut saja. Belajar kisah istri dan sahabat, orang-orang yang beruntung berada dalam binaan Rasul ๐Ÿ™‚ Banyak ya PRnyaaa ๐Ÿ˜›

Semangat untuk jadi muslimah yang lebih baik! Amin ๐Ÿ™‚

*towel Yuli buat nge-review postingan ini ๐Ÿ˜€

4 thoughts on “Muslimah Bahagia”

  1. Duh bangun tidur langsung disuruh baca postingan ini. Berat bener rasanya.

    Tapiii … ya kalau ga segera dimulai dengan membekali dan memperbaiki diri, bagaimana bisa kita membekali anak2 nanti ya. Kalau diri sendiri ga bahagia, mana bisa membahagiakan orang2 yang kita sayangi dan orang-orang di sekitar kita.
    Kalau diri sendiri ga berusaha untuk selalu menjadi baik, ya mana mungkin mengajari anak-anak menjadi pribadi yang baik juga

    *ngelindur sambil ngaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *