Categories
Lika-liku Laki-laki

Kipas Angin di Panasnya AC

Sore itu, waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB.

“Waktunya pulang” Ujarku dalam hati sembari berjalan menuju mesin absen. Bersama istriku dan satu orang teman kami langsung menuju gerbang untuk mencari bajai.

“Stasiun Tanah Bang bang, biasa ya, 15ribu” tawarku kepada abang bajai

“Hayuk” Terimanya sembari membukakan pintu bajai.

15ribu tarif yang biasa di kenakan oleh abang-abang bajai untuk ke stasiun tanah abang dari lapangan banteng. Terkadang ada juga yang harus alot tawar menawar dulu, menandakan dia jarang mangkal di situ.

Membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menuju stasiun Tanah Abang dalam kondisi Macet. Jika sedang super macet bisa 30 menit sampai 2 jam. Huff.. benar-benar tidak efisien jalanan Jakarta ini. Belum lagi kalau menjelang weekend atau hari libur, jalur ini sangat padat, apalagi flyover menuju Slipi yang sangat padat tambah memperlambat waktu sampai ke stasiun Tanah Abang. Tambah lagi angkot, bus yang ngetem sembarangan. Truk-truk pengangkut barang pun seolah tak ingin ketinggalan mempersempit jalanan menuju stasiun Tanah Abang yang walaupun sudah dipisahkan dua jalur menjadi sempit sehingga menjadi 1 lajur. Tak begitu saja, para ojek yang melawan arus senantiasa menambah lengkap kemacetan dan keruwetan yang luar biasa di jalur ini. Huff.. sabar-sabar deh, untung saja sudah terbiasa šŸ˜›

Mengejar jadwal KRL CL Tanah Abang – Serpong yang berangkat 17.48 yang terkadang juga ikut terlambat, kemacetan ini menambah dongkol. Untung saja di stasiun dibuka 4 loket yang bisa melayani semua jurusan (Bogor,, Bekasi, Serpong) sehingga tak harus mengantri super panjang di satu loket.

Seolah tak ikhlas sampai di sini, antri di peron pun harus ‘macet’ saking padatnya penumpang. Belum lagi harus berdesakan berebut masuk ke kereta saat KRL CL datang. Masih saja seolah tidak puas, kami masih harus berdesakan di dalam KRL.

Satu lagi pelengkap latihan kesabaran adalah AC KRL yang berisi angin doank, sejuk tidak panas sangat. Mungkin mereka kehabisan freon, setiap hari? Mungkin juga karena penumpangnya yang terlalu penuh sesak, sehingga dengan banyaknya CO2 yang dikeluarkan AC ini tak mampu mendinginkan suasana di dalam kereta.

Untung saja ada kipas angin di antara AC panas. Walau tidak dingin, minimal bisa mengusir panas sesaat.{jcomments on}

Ā 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.