Categories
Lika-liku Laki-laki

Biasa Benar/Benar Biasa

Biasa itu belum tentu benar, tapi benar juga gak dibiasakan sih.

“Ah, itu mah biasa”

Kalimat ini berkonotasi negatif di telinga gue. Saat yang benar dicibir, diketawain lalu yang salah dipuja dan dibela mati-matian, apa yang sedang terjadi di dunia ini?

Mungkin benar dunia udah sakit parah. Gimana caranya gue bisa gedein anak di tempat seperti ini. Gimana caranya gue mo ngejelasin kalo lampu merah di lampu lalu lintas itu tandanya harus berhenti sedang nyatanya yang terjadi lampu merah diterobos. Mereka lupa kewajiban berhenti saat lampu merah, membuat hak yang mendapat lampu hijau dilanggar. Gimana gue mo ngajarin kalo jalur kanan adalah jalur cepat untuk mendahului sedang kenyataannya suka ampe pusing sendiri saat ngasih lampu jauh bahkan ampe nglakson ngabisin aki yang di depan gak nyadar juga dan lebih memilih menyalip dari kiri.

Gimana caranya gue ngasih tau anak gue bahwa alkohol itu, sekecil apapun kadarnya itu haram, di saat pergaulan sekarang ini sangat menghalalkannya. Belum lagi cerita anak dibawah umur yang sudah salah kaprah tentang hubungan seks. Oh, Tuhan.. Jadikan gue ayah yang kuat agar mampu mendidik anak-anak menjadi hambaMu yang senantiasa beriman dan bertakwa kepadaMu.

*Tulisan ini mungkin lebay tapi hal seperti itulah yang sudah biasa terjadi yang biasa gue jumpai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.