Categories
daily Four of Us Just My Thought My own corner

Untuk Orang-Orang Baik di Luar Sana

Terima kasih semua bapak yang bersedia berdiri untuk ngasih kami duduk, bahkan 2 orang sekaligus supaya Akhtar -yang tetep lebih milih berdiri supaya bisa liat luar itu- bisa duduk nyaman juga.

Terima kasih semua yang bantuin aku naikin tas ke atas tempat duduk di kereta itu karena atau tanpa aku minta bantu. Terima kasih sekali lagi, untuk yang sebelum turun, sempet-sempetnya nanya “Tasnya mau diturunin?”

Terima kasih semua yang membantu menggendong, menggandeng, membantu Akhtar naik turun kereta. Terima kasih tetap berusaha, walo anak saya g mau dipegang ‘orang asing’ πŸ™‚

Terima kasih ibu-ibu yang dengan lantang bilang “β€œJangan dorong-dorong, ada anak kecil!”

Terima kasih yang pasti dengan refleks menggenggam tangan Akhtar untuk membantu naik tangga, dan akhirnya malah jadi menggendong ke atas stasiun Tanah Abang. Terima kasih yang sudah berniat begitu, tapi anaknya lebih memilih naik sendiri dengan menghitung jumlah anak tangga πŸ™‚

Terima kasih yang membantu menaikturunkan Akhtar dari ojeg. Terima kasih Bapak ojeg yang selalu memastikan tangan Akhtar memeluk pinggang kalian ;’)

Terima kasih bapak bajaj yang g mengeluh waktu jalanan ke Tanah Abang sore itu macet sekali karena ada demo di depan monas itu, lebih berterima kasih untuk niat Bapak membantu kami nyebrang jalan meninggalkan bajaj Bapak ke stasiun. Sungguh bukan kami menolak, tapi kami yakin kami pasti bisa. Dan yaaa, jangan merasa sangat bersalah sampe berkali-kali minta maaf karena Bapak tidak melihat polisi tidur yang bikin kami jadi melompat itu πŸ˜›

Terima kasih teman-teman yang memberi dukungan. Memberi semangat, menanyakan petualangan kami, sms nanyain kami udah sampe belum, dan yang selalu meyakinkan kalo kami bisa. Sungguh itu adalah hal yang sangat menguatkan aku setelah mendengar orang-rang yang hanya bisa nyeplos bilang “Kasian ya? Kayaknya ribet banget!” Hidup lo yang ribet!

Terima kasih tetangga yang selalu memantau kami ada dimana πŸ˜› Nyetirin mobil juga di hari ketiga! Yaaaay, cepet jago dong yaa? πŸ˜›

Terima kasih keluargaku sayang di sana yang selalu mendukung aku! Ibu dan ayah yang bilang “Udah besar beneran, udah bisa jagain anak-anaknya” Zzzzzz..jadi selama ini? πŸ˜›

Terima kasih untuk Masku yang selalu percaya kami bisa. Terima kasih bersedia berpisah dari kami sebentar untuk mencari nafkah πŸ™‚

Terima kasih anak-anak yang sangat bekerjasama. Yang mandi cepet, yang makan banyak. Akhtar yang pake baju, celana, kaos kaki dan sepatu sendiri. Kirana yang di tengah rintik hujan di ojeg itu bikin Bunda senym karena tiba-tiba munculin muka dan bilang “Ba” dari balik apron. Akhtar yang act like a real man. Yang inget kata ayah untuk kerjasama sama Bunda, yang jagain bunda sama adeknya. Bunda liat gimana kamu udah ngantuk, tapi g mau tidur karena bunda sebelumnya bilang “Kakak, tidurnya nanti aja yaa? Kita masih harus naik kereta” Yang jagain tiket kita sampai sampe dan dengan pede sekali ngasih ke om atau tante sentinel πŸ™‚ Kakak yang setelah lepas sepatu dan jaket, selalu bilang “Kakak hebat, keja sama sama Bunda” dan langsung dihujani ucapan terima kasih dan pelukan.

Terima kasih anak-anak untuk percaya sama Bunda.

Terima kasih Allah, untuk menjaga hati ini, yang mungkin emang ngasih kesempatan buat aku belajar supaya jadi wanita, istri, ibu yang lebih kuat. Haha, bisa-bisanya g panik pas hujan, pas macet karena demo, pas dapet kereta malem. kayak bukan aku aja πŸ˜› Terima kasih Allah, selalu menjaga kami πŸ™‚

#ThankYouNote

2 replies on “Untuk Orang-Orang Baik di Luar Sana”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.