Categories
Just My Thought

Money Money Money

Oke, mungkin emang udh saatnya ada tulisan tentang perencanaan keuangan keluarga di blog ini. Sesungguhnya malu banget kalo mau nulis ini. Soalnya keuangan keluarga kecil kami ini masih sungguh sangat kacau. Tapi aku harus nulis ini, buat pengingat buat aku dan masku.

Β 

Iya, kami berdua sama-sama bekerja di kementerian yang namanya aja udah ada uang-uangnya. Tapi percayalah kalo itu sama sekali g selalu menandakan bahwa semua orang yang bekerja di kementarian ini adalah orang-orang dengan uang yang berlimpah. Beda pangkat, beda penempatan, beda pula rejekinya. Banyaaaaak sekali yang sangat harus berjuang untuk hidup, untuk masa depan. Salah satunya keluarga kecil kami. Golongan masih rendah, penempatan juga di bagian administrasi. Yah, kalau sampe beli rumah pun, itu dengan modal nekat. Dan karena pengen punya rumah di lingkungan yang g sumpek, pilihannya ya cuma beli rumah di daerah nun jauh dari Jakarta, tempat mengais rejeki. Itu jadi bikin kami mesti berangkat pagi-pagi sekali dan baru sampe rumah sekitar magrib-isha. Mesti berjuang naik motor terus sambung kereta terus sambung angkot atau bajaj ke kantor. I told u it’s not easy. Lebih g mudah lagi kalau pake tambahan denger ada yang komentar negatif “Beli rumah kok jauh-jauh?” Lah, kalo punya pohon emas atau punya warisan guwede mah, kami juga mau kaliii punya rumah di daerah yang nyaman dan di dekat kantor! Sungguh pertanyaan yang g penting! πŸ™

Β 

Beli rumah yah pasti g mungkin tunai, pasti mengandalkan KPR. Toh utang juga gpp kan? Asal bertanggungjawab bayarnya kan? Pindah rumah jauh juga ongkosnya jadi gede. Yah, tapi itu juga karena kami memilih membawa Akhtar ke TPA, dan itu jadi bikin kereta ekonomi langsung dicoret dari alternatif trasnportasi. Dan sungguh itu masa transisi yang sangat sulit untuk kami. Bayar KPR yang jumlahnya lebih dari 2,5 kali lipat dari kontrakan, dan ongkos yang jadi 12-13 kali lebih gede. Jadi dengan sangat sedih harus bilang kalo bisa bertahan sampe ke tanggal 1 berikutnya itu adalah suatu hal yang sangat memuaskan untuk kami. Padahal life-style kami itu bener-bener biasa-biasa sajah. Makan biasa aja, makan enak di tempat makan gede juga kadang cuma 1 kali sebulan. Jalan-jalan yah paling ke taman kota dan bawa pulang bunga sudah cukup bikin seneng πŸ™‚ We’re just an ordinary family πŸ™‚

Β 

Apa kabar tabungan? Apa kabar investasi? Nah, itu PR besaaaaaaar! Besar sekali! Karena yah itu emang cuma bisa kejadian kalo ada pendapatan tambahan yang g pasti ada. Sungguh sedih banget blom bisa menyisihkan banyak buat dana pendidikan, dana darurat, apalagi dana pensiun. Hiks. Tapi mending telat kan ya daripada g sama sekali?

Β 

Yah, mulai bulan lalu, udah nekat mulai mengalihkan tabungan buat Akhtar yang didapet dari gaji 13 aku sama mas ke bentuk dinar. G banyak sih, tapi gpp. Pelan-pelan aja. Udah mulai berani beli reksadana juga, dengan pembelian minimum, dan berusaha istiqomah buat installment walau cuma 100ribu/bulan. Mulai bulan lalu juga udah mulai menerapkan pengeluaran mingguan yang ditaruh di satu dompet khusus. Yah, masih g disiplin banget sih, terutama si Mas πŸ˜› , tapi kami akan berusaha! πŸ™‚ Karena mengubah kebiasaan itu sungguh hal yang g mudah kan? πŸ™‚

Β 

Hei, pernah denger kalo segimana kerasnya kita mengatur perencanaan keuangan, dan disiplin. Tapi ternyata tetep aja kurang. Mungkin harus ditelaah, apakah memang penghasilan kita sudah cukup? Atau memang ternyata kurang dan kita harus mencari penghasilan lain yang sesuai sama passion kita? Hmm..

Β 

Dan, ya, harus selalu ingat juga. Kami memulai hidup berdua di umur yang masih tergolong muda. 23 tahun kurang 1 bulan untuk Masku, dan 23 tahun kurang 3 bulan untuk aku. Kalo masih mesti belajar di sana-sini, itu hal yang wajar. Namanya juga baru belajar hidup πŸ™‚ Dan hidup ini g sesaklek hitungan matematika πŸ˜€

Β 

Jadi, walo kami harus berjuang sangat, kami juga yakin rejeki Allah g akan tertukar. Kerja banting tulang. Merencanakan dengan detail. Jangan sampe lupa kalo ada Allah yang Maha Pengatur. Jangan sampe lupa menyerahkan diri pada Allah. Insya Allah, penghasilan orangtua yang pas-pasan ini g akan bikin Akhtar dan calon adek-adeknya nanti jadi g mendapat yang terbaik πŸ™‚ Amiiiin πŸ™‚ We promise to give all the best for u, ya nak? πŸ™‚

Β 

Semangat! Kita pasti bisa kan, mas? πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.