Mudik Asiknya Rame-rame

image

Halo lagi Palembang. Setelah tahun kemarin mudik sendiri karena lagi lahiran Kirana, tahun ini mudik rame-rame ke Palembang. Sebelumnya kami mudik dulu ke mbah Lampung. Jatahnya seminggu seminggu.

image

Persiapan dari Jakarta. Kelak mobil merah kecil itu ikut bolak-balik Jakart – Lampung – Palembang – Jakarta setelah liburan lalu diboyong oleh mbah dari Lampung, heboh ya 😀

Berangkat pukul 17.00 WIB kami sampai di pelabuhan Merak pukul 20.00 WIB, kurang lebih lho ya, masih dapat lancar. Langsung naik kapal, sampai di rumah mbah pukul 3.30 WIB.

image

Rumah mbah Lampung mah banyak kembangnya 😀
image

Sempet morning photo session dulu, kabut pagi di sini menghasilkan efek yang asik banget buat foto ini.

image

Persiapan perjalanan ke Lampung setelah 6 hari di tempat mbah Lampung. Bawaan bertambah, 3 pot tanaman Cincau dan sepeda kakak yang dibeliin mbah kakung huhu. Jadilah, buat nemenin mobil merah 😀
image

Total perjalanan Lampung – Palembang 8 jam. Lebih cepat 2 jam dari biasanya karena jalanan lintas timur sudah mulus, meski masih ada beberapa titik yang gak mulus, overall lancar. Plus gak ada truk 😛

image

Bakar ikan di tempat buyut Palembang 😀

Yah, liburan masih panjang, lets enjoy the journey 😀

Mudik #3 (Selesai)

Sampai juga di Kota Palembang, saatnya menyambangi Jembatan Ampera sekedar dokumentasi bahwa Hubby pernah sampai di kota ini bersama “gerobak” tercinta. Sayang bunda ma adek belum bisa ikutan keluar rumah ya kak 😀

Akhtar Pose di Jembatan Ampera
Numpang nampang 😀

Lebaran kali ini saya memilih untuk membawa kendaraan sendiri dikarenakan momen dimana istri sedang cuti bersalin dan saya harus mengetahui jalur ke Palembang untuk nanti suatu waktu saya harus pulang menggunakan kendaraan darat sebagai alternatif apabila jalur udara terlalu “berat” dan ini adalah saat yang tepat.

Total biaya perjalanan ke Palembang dari Serpong +- Rp 500.000 belum sama biaya makan. Alokasi untuk bensin Rp 200.000. Paling mahal adalah biaya kapal, apalagi kalau sendiri rasanya berat diongkos :P. Tarif penyeberangan kapal untuk mobil saya Rp 250.000 dan sisanya untuk biaya tol Serpong – Merak yang besarannya +- Rp 31.000.

Saat mudik terlalu mainstream 😀

Bebe, when are you going out?

Beuh.. tapi gila ya. Berpergian dengan pesawat yang dulu ku anggap sebagai hal yang sangat mewah kini kulakoni hampir setiap minggu. Huff.. kayak orang kaya aja ya.. haha.. Semua demi menjadi suami siaga. Walau aku tak bisa sepenuhnya menjadi suami yang siaga, malah yang ada ‘kakek siaga’ karena di sini ayah mertuaku yang senantiasa siap sedia bila sewaktu-waktu istriku mules 😛

Sudah minggu ke-38 dan bebe belum pengen lahir 😛 Kalau menurut HPL dokter sih masih 30 agustus namun bisa maju hingga 2 minggu. Aku hanya berdoa semoga aku bisa hadir menemani saat istriku melahirkan nanti. Kalaupun tidak semoga Istriku dapat melahirkan anakku dengan sehat dan selamat.

Bebe.. Jadi kapan mo keluar?Ayah menunggumu 😛 😀

images taken with Huawei G6600 Passport {jcomments on}