Surat untuk Kirana #1 tahun

Kirana sayang, ini surat kedua untuk kamu. Surat pertama waktu kamu masih di perut bunda dulu πŸ˜€ Kemarin, tanggal 24 Juli 2013! Horeeee! Selamat ulang tahun yang pertama ya nak πŸ™‚ Errr, udah dari semingguan yang lalu sih, Bunda nyebut-nyebut kamu bakal ulang tahun yaaa? πŸ˜› Dan berkali-kali bilang mungkin sampe kamu bosen dengernya, “Ya ampuuun, gadis cantik ini udah mau setahuuun” Haha, maafkan Bundamu ini yang suka lebay ya nak. Kamu sudah harus terbiasa dan akan harus terus terbiasa dengan hal itu. Because You will be always my Baby Girl. FOREVER!!! πŸ™‚ Maaf surat ini telat, Bunda terlalu bingung mau nulis apa kemarin πŸ˜›

Kirana sayang, kemarin pagi, tumben-tumbennya kamu g ikut bangun sahur. Dibangunin ayah, begitu kakak sudah selesai mandi. Ngebangunin kamu g pernah susah, cukup nyalain lampu πŸ˜›Β  Terus mandi. Beberapa hari belakangan, ayah bilang mandi pake air dingin aja, karena kamu udah semakin besar πŸ˜› My strong girl, diandra, g nangis mandi air dingin di jam 5 pagi πŸ™‚ Dan itu berarti berkurang satu to-do-list yang harus Bunda kerjakan pagi-pagi. Makasih ya, nak πŸ™‚ Terus pake baju yang lebih istimewa, baju tutu yang dipake waktu kondangan dulu. Sudah lebih muat, berarti walo berat badan kamu g terlalu naik, kamu tumbuh lebih besar, nak πŸ™‚ Hari itu kamu pun makannya lahap, muka ceria, godain ayah, udah bisa ngerasa kalo itu hari istimewa yaaa? *ciuum :*

Time flies! Bunda masih inget di hari Senin pagi, kita nganter ayah ke Bandara subuh-subuh. Bunda udah resah, kenapa kamu belum mau lahir juga πŸ˜› Malemnya bunda begadang posting, terus tidur nyenyak. Paginya sampe nelpon Nenek Mis nanyain apa kalo mau lahir harus ada tanda flek, dan habis nelpon, bahagiaaaaaa bener pas ada flek πŸ˜› Bunda udah cerita di sini gimana Allah memudahkan jalan kita bertemu, ya nak? Bersyukurlah selalu ya, nak. Allah itu Maha Baik πŸ™‚

Kirana sayang, selama hamil, bunda berdoa semoga kamu punya mata yang besar seperti mata Kakak. Mata yang Bunda doakan akan melihat hal-hal baik yang tersebar di penjuru dunia. Begitu kamu lahir, dan ditaruh di dada Bunda. Alhamdulillah Allah mengabulkan. Mata gadis kecil yang indah :’) Tangan keriput, badan yang kecil dan kelihatan rapuh. Saat itu, Bunda menemukan jawaban atas pertanyaan bodoh Bunda selama hamil kamu. Yaaa, ternyata Bunda bisa mencintai seorang anak lagi. Sama besarnya πŸ™‚

Kirana sayang, Bunda yang merasa sudah punya pengalaman, semakin mempersiapkan diri supaya kamu bisa dapat hal yang lebih baik. Bahkan Bunda sudah siap kalo harus begadang lagi. Tapi subhanallah, kamu ternyata adalah bayi yang sangaaaaat pengertian. Sampai sekarang, kamu hanya bangun 1 atau 2 kali tiap malam. Lebih dari itu sangat jarang, itu pun pasti karena badanmu sedang tidak enak πŸ™‚ Alhamdulillah, hubungan kita harmonis sejak awal. Itu yang ini kita harus berterimakasih ke kakak, karena dengan ada pengalaman sama kakak, Bunda bisa belajar πŸ™‚

Kirana sayang, setelah hampir 3 bulan kita di Palembang, kita pulang ke rumah. Berterimakasihlah pada semua keluarga kita di sana, mereka begitu berjasa di awal Bunda berstatus anak dua. Semuanya berjalan lancar, Bunda yakin karena ada mereka. Karena banyak cinta di sekeliling kita. Semoga sampai satu tahun hidupmu, lebih banyak cinta dan kenangan indah yang terekam di memorimu yang terdalam. Semoga itu bisa jadi bekal supaya kamu tumbuh menjadi anak yang penyayang πŸ™‚

Kirana sayang, tiba di rumah, saatnya kamu ikut berjuang bersama. Ya, ayah bunda sudah bersepakat sejak kamu masih di perut kalau kamu akan ke TPA juga. Alhamdulillah dapat tempat πŸ™‚ Itu kenapa ayah bunda dulu sampai harus mengambil keputusan yang sangat besar ini. Keputusan yang besar sekali dampaknya buat keluarga kecil kita ini πŸ˜› Itu semua agar kamu dan kakakmu bisa lebih nyaman. Ayah bunda pernah ngobrol serius, gimana mengajarkan kalian kalo hidup nyaman kalian dari kecil ini adalah hasil usaha. Doakan ya nak, semoga kami sudah dan terus akan mengajarkan kepada kalian kalau hidup ini adalah pertualangan yang penuh perjuangan. Jangan takut berjuang, karena Allah pun sudah menjanjikan, di setiap kesusahan pasti ada kemudahan. Percaya itu, nak πŸ™‚

Kirana sayang, alhamdulillah, sampai saat ini, hanya ASI yang bunda berikan ke kamu. Belajar dari pengalaman kejar tayang ASIP, bunda sudah memerah dari awal. Dibantu Om Yudha dan Tante Fenny, 2 kloter ASIP sudah tiba lebih dulu di rumah kita sebelum kita pulang. Sampai Bunda masuk kerja, freezer kita alhamdulillah penuh ASIP. Tapi ternyata, memang setiap anak beda. Kamu, gadis kecil, like a lady, minum cuma 2-3 botol saja sehari. Itu pernah bikin bunda lengah dan malas merah πŸ™ Alhamdulillah, sampai satu tahun, masih ada 2 botol ASIP yang mejeng di freezer πŸ˜› Ayo, nak, kita berjuang. Semoga sampai 2 tahun ya, nak. Amiiiiiiiiin πŸ™‚ Ini berkah besar buat kita, nak! Terima kasih, ya Allah πŸ™‚

Kirana sayang, alhamdulillah sampai satu tahun, kekhawatiran Bunda g bisa membagi waktu untuk memasakkan makananmu tidak terbukti. Yah, walau hanya makanan pokokmu, yang sama 3 kali sehari πŸ˜› Maaf ya nak, kalo kamu cuma pernah sekali bunda bikinin home made cookies. Padahal kamu sangat suka nyemil, dan jadi bikin kamu harus minta temenmu yang ibunya rajin di TPA. Kita doakan mereka supaya dibalas Allah untuk kebaikan mereka berbagi πŸ™‚ Oh ya, hampir sebulan belakangan, makan siangmu udah Bunda alihkan ke TPA. Bukaan, bukan karena Bunda g mau masak buat kamu. Pernah sekali, beras kita habis, dan kamu harus makan siang dari TPA, kamu menolak! Padahal setelah satu tahun, makan siangmu akan dari sana, jadi Bunda pikir kamu harus belajar. Gpp ya nak, makanan si TPA juga sehat, malah mungkin lebih enak daripada masakan Bunda yang cuma rebus-rebusan πŸ˜› Dan, Bunda udah ngerti belanja di pasar, jadi semua bahan makanamu dari pasar. Insya Allah semua baik untuk tubuhmu, nak. Jadi, tolong Bunda untuk terus menjaga tubuh itu selama-lamanya! Ingetlah Bundamu ini yang bangun jam 4 pagi demi bikinin kamu makan! Yaaah? πŸ™‚

Kirana sayang, Bunda selalu bersyukur jika bisa ketemu lagi sama bulan Ramadhan. Lebih-lebih bersyukur lagi, waktu kakak lahir di bulan Ramadhan. Dan kamu pun ternyata lahir di bulan yang sama. Berkah Allah buat keluarga kita πŸ™‚ Bulan Ramadhan menjadi lebih bermakna buat Bunda πŸ™‚ Teringat banyak hal, teringat banyak peristiwa. Mengingatnya aja kadang bikin mata berkaca-kaca karena bahagia πŸ™‚ Kamu lahir di bulan baik, semoga jalanmu akan terus baik. Semoga ayah dan bunda bisa mengawal dan mengajarkan kamu dengan cara yang baik sebaik-baiknya kami bisa.

Kirana, terima kasih sudah membawa warna lain di kehidupan kami ini. Terima kasih sudah menjadi easy baby yang bikin satu tahun ini jadi benar-benar tidak terasa. Entahlah apa karena memang begitulah kamu adanya, atau karena Bunda yang sudah lebih santai menghadapi anak. Terima kasih untuk kerjasamamu. Terima kasih untuk senyummu yang dulu mahal sekali untuk orang (plus nyureng! :P) sampai sekarang menjadi anak yang murah senyum. Senyum yang menenangkan, dari belum punya gigi, sampai sekarang bergigi 3,5 πŸ˜› Terima kasih untuk suara kecilmu yang meramaikan rumah kita. Terima kasih untuk genggaman tanganmu, tatapan mata besarmu, dan pelukanmu untuk kami. Sungguh, memiliki kamu dan kakakmu adalah anugerah terbesar dalam hidup kami.

Maaf untuk hal-hal buruk yang pernah kami perlihatkan dan perdengarkan untukmu. Maaf jika suara Bunda tiba-tiba meninggi yang bikin kamu menangis. Maaf untuk kelalaian Bunda yang sibuk mengerjakan hal lain sampai kamu harus terjatuh dari kasur kita. Maaf kalau mainanmu adalah lungsuran kakak πŸ˜› Maaf jika Bunda kadang terlalu lelah hanya untuk sekedar membacakan cerita dan malah tertidur lebih dulu daripada kamu. Maaf jika kamu merasa lelah dengan pilihan kami untukmu.

Β 20130724_Happy1stbdayKirana-olk

Kirana Diandra Anindya, Selamat Ulang Tahun yang Pertama, cahaya kecil yang kuat yang menyempurnakan keluarga kecil ini πŸ™‚

Tumbuhlah jadi anak yang sholehah, pintar, sehat, dan berbakti pada orangtua.

Tumbuhlah dengan bahagia dan penuh cinta.

Tinjulah congkaknya dunia, doa kami di nadimu πŸ™‚

Peluk cium berjuta milyar kali

20130724_MomLoveU

Bunda, yang g akan habis menyayangimu :*

15 Mei 2013

Hpy15thBdyBiel

Semoga bisa melewati masa-masa yang kata lagu paling indah itu dengan selalu bahagia.

Semoga lebih mandiri dan lebih tegar.

Semoga bisa menemukan cita-cita yang ingin dikejar.

Sungguh, kami bangga sama kamu.

Dan selamat juga yaaa masuk ke Paskibraka tingkat kota! Keberanian kamu ikut seleksi aja sudah sangat bikin cek bangga! Sesuatu yang g cek punya waktu SMA dulu yang bikin sampe sekarang jadi penasaran πŸ™

Cek ky bangga sama Dek Ia! :*

30 Maret ke-50 Ibu

2013-ayahibu

Β 

Ibu, inspirasiku, kebanggaanku, kesayanganku.

Semoga di ulang tahun emas ini, sudah atau bahkan lebih daripada pencapaian yang ibu cita-citakan.

Semoga kami, anak-anakmu, menantumu, cucumu bisa selalu bikin ibu bangga dan senang.

Semoga ibu selalu sehat.

Semoga ibu selalu bahagia.

Dan 4 April ini ulang tahun pernikahan ayah ibu ke-27.

Alhamdulillah, g habis bersyukur dilahirkan di keluarga kecil yang hangat ini.

Yang g pernah habis kasih sayangnya.

Yang selalu merasa dekat walo sudah jauh-jauh gini sekalipun.

20130330_Ibu50tahun

Semoga Allah menyayangi mereka seperti mereka menyayangi kami di waktu kami kecil sampai sekarang, ya Allah.

Amiiiin πŸ™‚

Sepatuku Biru! :D

Banyak yang harusnya duluan ditulis di sini, tapi ngalah dulu yaa sama yang ini!

Setelah hari ini bisa normal masuk kerja lagi, ada yang bikin Senin ini jadi lebih terasa bahagia!

20130121_NewShoes!

Jenita-nya Wondershoe akhirnya dateng bareng sepatunya Tia! Karena udah ikut pelatihan komunikasi pasangan ini, aku menganggap ini sebagai kado ulang tahun dari Masku! Hihiii.. Sekalian kan emang butuh sepatu biru karena sekarang udah pake seragam biru tiap Senin sama Rabu. Needs ini! *pembelaan diri πŸ˜› Milih yang ada warna merah dikit biar sedikit ceria gitu πŸ˜›

Makasiiih Mamaaaas *kecuuuup πŸ™‚

So called Bday Dinner

Aku bukan pecinta steak, tapi penasaran sama Holycow dari 2 tahun yang lalu. Steak yang mahal untuk ukuranku πŸ˜€ Bilang sama si Mas, dan kami setuju gpp deh sekali-sekali makan mahal banget gitu atas nama penasaran πŸ™‚ Tapiiiiii, dulu kan cuma punya motor. Serpong – Radal itu kayaknya jauh ya kalo mau motoran bawa bayi pun πŸ˜› Terus udah punya mobil, tetep aja g tereksekusi karena di pikiran ini kok rasanya jauh bener dari Serpong. Hahaha..

Nah, jadi waktu ada kabar kalo mereka buka cabang ketiga di Sabang, hatiku melonjak! Deket itu dari kantor. Dan bukanya g jauh dari ulang tahun aku. Jadi sabar deh nunggu ulang tahun, daripada menyia-nyiakan kesempatan ditraktir wagyu yang cuma sekali setahun itu πŸ˜€ Huuu, pertama nyobain makan di sana langsung pengen yang gratisan. Biarin aja siiiih πŸ˜›

Hari Rabu lalu itu, abis jemput anak-anak balik lagi ke kantor. Sholat magrib dulu, daripada bingung nanti sholat dimana. Abis itu berangkat ke Sabang. Ternyata tempatnya di ujung jalan. Naik ke lantai 5. Kami dapet seat di luar. Sukaaaaaaaa..romantiiiis. Apalagi hujan rintik-rintik gituu. Akhtar heboh karena bisa liat Monas πŸ™‚ Tapi karena dia cuma pake penutup dari apa ya itu, kalo air hujannya udah kebanyakan akan jatuh ke bawah sekali banyak, dan Akhtar bilang “Yah, ujanan deh” Hahaha πŸ˜€

20120109_bdaydinner

20120109_bdaydinnerZ-

Wagyu Rib Eye

So, how’s the steak? Mungkin bagi pecinta steak, itu lah rasa yang pas. Tapiiii, lidahku ini udah akrab sama rendang, malbi, dan olahan daging yang rempahnya banyak. Jadi, di lidahku dagingnya terasa hambar. Harus dibantu sausnya dan saos sambel πŸ™‚ Dan untuk ukuran segitu agak kebanyakan buat aku πŸ™‚ Tapi kata masku enak dan pas πŸ˜€ Jadi mungkin ini masalah selera aja πŸ˜€ Akhtar? Sama niiih kayak aku, g mau steaknya, malah ngemilin kentang aja πŸ˜›

Tapi, makasiiih yaa Holycow, Wagyu Rib Eye gratisannyaaaa. Kalo lagi ada uang lebih banget lagiii, mau kok balik makan di sanaaa πŸ™‚ Aku suka suasananyaaa πŸ™‚

My beloved little family, good place, good food. Alhamdulillah πŸ™‚

9 November 2012

Selamat Ulang Tahun ke-26 suami galak kesayanganku. Dirayakan dengan berangkat telat 20 menit dari rumah, dan jalanan udah macet banget, dan baru sampe di kantor setelah nganter anak-anak dulu ke TPA hampir jam 11! Haha..rekor telat πŸ˜› Semoga bisa jadi iman yang lebih baik dan lebih baik lagi untuk kami yaa. Kami sayaaaaang banget sama ayah πŸ™‚

B-day boy yang g mau difoto πŸ˜›

 

Selamat ulang tahun ke-3 juga untuk www.ourlittlekingdom.com. Rumah kedua kami πŸ™‚ Semoga lebih banyak kisah indah dan pelajaran yang bisa dibagi di sini πŸ™‚

Dan Selamat berhijab yang ke-8 tahun buat aku. Semoga bisa jadi muslimah yang lebih baik dan lebih baik lagi.

Amiiiiiiiiiiiiiiiiiin πŸ˜€

Turning 25th

9 Januari 2012 = 25 tahun! Wow πŸ™‚

Β 

Dulu, 25 tahun itu aku anggap sebagai simbol kedewasaan. Kalo udah 25 pasti dewasa. Hahaha, pemikiran dangkal anak abege πŸ˜› Terus sekarang udah ngerasa dewasa? Well, susah jawabnya πŸ˜› Kalo dilihat dr berkurangnya frekuensi nangis buat hal yang sebenernya g terlalu perlu ditangisin dan baru sadarnya setelah emosinya reda, berarti udah jauh lebih dewasa dari, uhm, 2-3 tahun lalu πŸ˜› Kalo boleh menilai diri sendiri, pasti aku jawab udah semakin dewasa dalam menyikapi hidup πŸ˜› Masih suka khawatir berlebihan sih tentang masa depan, tapi juga jadi logis dan berusaha sebaik mungkin supaya kekhawatiran itu g terjadi. Masalah nanti jadinya gimana, sudah bisa lebih pasrah juga πŸ™‚ Kun fayakun kan? πŸ™‚ Masih suka kesel juga kalo kenyataan g sesuai sama rencana, tapi juga udah bisa nerima. Pencapaian terbesar adalah udah g terlalu mikirin apa yang bakal orang bilang tentang hidup aku, hidup keluarga kecil kami. Soalnya setelah dipikir-pikir, omongan orang yang negatif, dulu terlalu aku pikirin, terus jadi bete, terus masku jadi ikutan bete liat aku bete, trus malah jadi ribut. Ah, bener-bener banyak mudharatnya πŸ˜›

Β 

Tapi kalo diliat dari sikap sih kayaknya sih blom berubah πŸ˜› Ahahaha, yak, sampe udah mau punya anak 2 ini aja yaa, masih ada yang bilang “semoga jadi ibu beneran, bukan ibu-ibuan” Pengen nangis di pojokan g sih dengernya? πŸ˜› Yah, udah jadi bunda, tapi cengengesan juga masih. Manja juga masih. Tukang ngambek juga masih πŸ˜›

Β 

Yah, mau dewasa ato g, aku cuma mau bersyukur dan berterima kasih yang sebesar-besarnya sama Allah buat hidup aku ini. G terlalu tinggi, tapi juga g terlalu rendah. Terima kasih Allah untuk keluarga yang mencintai dengan tulus, yang masih dan selalu masih memikirkan kebahagiaan anak dan cecek-nya ini. Terima kasih Allah untuk keluarga kecil yang sedang aku dan masku bangun saat ini. Terima kasih untuk suami yang menyayangi dengan caranya sendiri. Terima kasih untuk Akhtar yang selalu menjadi penyejuk dan penyemangat di hidup ini. Terima kasih untuk kesempatan memiliki penyejuk dan penyemangat lagi yang sedang berjuang di rahim ini. Terima kasih untuk rumah mungil kami.

Β 

Banyak mimpi yang masih ingin diraih. Semoga Allah memberi jalan, kelancaran dan kemudahan. Terima kasih Allah untuk memberi kesempatan belajar apanya arti berjuang untuk hidup yang lebih baik. Terima kasih Allah untuk selalu memberi ketenangan hati saat diri ini merasa sangat lelah dan rasanya seperti sudah tidak sanggup berjuang lagi.

Β 

Β 

Kalo tahun lalu, ayah ibu sama dek ia pulang pas di hari ulang tahun. Tahun ini, mereka kebetulan ada di Serpong lagi, tapi pulang 1 hari sebelum aku ulang tahun πŸ™ Yah, tetep ya kalo ditinggal setelah lama sama-sama itu bikin sedih πŸ™ Dapet kado songket-songketan dari Nia sama dek Ia. Dikasih kado besar dari ayah ibu. Makasiiih semuaaaa πŸ˜€ Dapet hadiah berat badan naik cukup banyak dari Akhtar. Makasiiih naaak πŸ˜€ Kado jam tangan dari masku. Udah lama banget g pake jam tangan, jadiΒ  udah merengek mau jam tangan buat kado kali ini (dewasa? :P). Sebenernya pengen oven juga siiih, tapi mesti milih salah satu dulu buat sekarang πŸ˜› Lagipun, oven kan keperluan rumah tangga kan yaa? πŸ˜› Eh, pengen mesin jahit juga mas? πŸ˜›

Β 

Makasiih mamas πŸ™‚

Β 

Selamat datang 25 tahun πŸ™‚

Semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amiiin πŸ™‚

29 Desember

29 Desember 2006, itu tanggal yang sangat penting buat kami berdua dulu. Abis nikah sih, masku maunya tanggal nikah yang jadi anniversary kami, tapi ya sebagai orang yang melankolis penuh kenangan ini, aku g relaaaa! Haha, biarkanlah, aku akan tetap mengingatnya walo untuk diriku sendiri sahaja! πŸ˜› Sekalian cerita aja awal mula kisah ini. Haha..

Alkisah, gadis Palembang ini dapet penempatan di Jakarta setelah lulus D1nya. Seneng? Boro-boro! air mata berderai-derai tiap malem. Apalagi yang ditempatkan di Jakarta dari Palembang itu cuma aku sendiri yang cewek. Lucky me, teman-teman sesama fighter sangaaat baik πŸ™‚ 29 September 2005, berangkat ke Jakarta dan yang sempet terancam nunggu seharian karena g tau kalo beda maskapai, beda pula terminalnya! πŸ˜› 3 hari pertama di kantor, cuma jadi penunggu perpustakaan, nungguin teman-teman yang ditempatkan dari Cimahi. Masku salah satunya. 4 Oktober 2005 πŸ™‚

Cinta pada pandangan pertama? Tsaelaaaah πŸ˜› Totally not πŸ™‚ 2 hari mereka datang, kami langsung ditempatkan di pusat-pusat yang berbeda. Baru hafal namanya juga gara-gara friendster πŸ˜› Jadi kan dulu itu, friendster yang baru-baru bisa ganti background itu looh. Nah, waktu itu baru kenal yang namanya HTML. Penempatanku barengan Ajay, sahabatnya masku ini. Dan yap, jadi saling ngasih tau kalo ada icon-icon lucu yang bisa dimasukin ke friendster itu. Yah, tapi cuma gitu-gitu aja sih, temenan biasa, nyapa kalo ketemu, ikutan nimbrung kalo dia dan rombongan Cimahinya lagi main ke kosan rombongan Palembang. Udah. Lagipun ya, dulu itu masih punya pujaan hati masing-masing. Jadi, g boleh itu mengganggu! πŸ™‚

Mulai lebih kenal pas Prajab. Kalo g salah inget, kami semua jadi lebih dekat karena jadi kaum minoritas. Haha, soalnya kebanyakan senior D3 siih πŸ˜€ Mulai dari berangkat ke asrama bareng sampe belajar buat ujian bareng. Dulu sekelas juga pas prajab. 2 minggu! Tapi ya masih gitu-gitu juga aja siih πŸ˜› Belum ada debar-debar di hati aku. Nah, di penghujung prajab ini, dikasih tau kalo aku harus gantiin Sekretaris Kepala Badan di sini selama sekretarisnya cuti hamil. Shock? Iya banget! Sedih? Pasti! Waktu itu aku anak baru ini, baru merasa banget kerjaan aku diakui. Sesuatu yang aku perjuangkan banget, sesuatu yang aku dapet di bawah bayang-bayang bullying πŸ™ Tapi pelaksana tetap pelaksana kan ya? Aku hanya bisa ikut arus. Di situ, aku pernah ngerasa sangat terpuruk.

Jadi, aku pernah g masuk karena sakit, dan aku udah bilang ke temen sekretarisku. Itu pertama kalinya aku sampe g masuk karena sakit. Dan tiba-tiba, di siang hari, pas aku yang sakit ini plus kelaparan *ya namapun anak kos ya? Sakit juga g ada yang ngurusin :P* ini ditelpon atasanku di tempat seharusnya aku berada. Aku angkat tanpa curiga. Ditanya lagi dimana, aku jawab di kos, lagi sakit. Dan mataku mendadak panas waktu bapak itu bilang “Dik, saya dengar sejak di lantai 3, kamu sering g masuk ya? Saya dapat info begitu” Tapi, aku g mau terlihat lemah, aku tarik nafas dan bilang “Bapak dengar dari siapa? Kalo bapak tidak percaya sama saya, percuma nelpon saya. Bapak bisa tanya langsung ke Mas Y (temen sekretarisku), tanya apa saya sering g masuk. Terima kasih pak perhatiannya ke saya” Dalam hati sini, aku hancur πŸ™

Di titik itu, aku merasa apa sih mau mereka? Aku jauh-jauh kerja ke Jakarta, kenapa mesti dibullying? Bukan salah aku kalo aku bisa kerja, kalo akhirnya kerjaan yang si XXX itu dulunya bisa handle semua sendiri jadi harus berbagi karena ada aku. Dan yang paling bikin aku kecewa, atasan langsungku itu tau watak rekan kerja yang g suka sama aku itu, beliau sendiri yang pernah manggil aku ke ruangannya, dan tanpa aku cerita bilang “Sabar ya kalo menghadapai XXX”, malah lebih percaya kata-kata si XXX ituuuu!

Di situlah, aku merasa beruntung punya teman-teman seperjuangan. Mereka mendukung. Aku merasa banget kalo mereka g mau aku jatuh, termasuk masku ini πŸ™‚ Diajakin ke dufan loh aku waktu itu, cuma nemenin sahabatnya yang lagi anniversary sih, dan dia bilang g mau jadi obat nyamuk *dadah-dadah sama Corry & Cois πŸ™‚ Waktu itu aku udah putus lagi, dan masku masih punya pujaan hati. Dan aku cukup tau diri dengan bilang supaya dia minta ijin dulu sama yang di sana. Kalo oke, aku baru mau. Kenapa gitu? Yah, aku kan wanita πŸ˜€ Kenapa juga mau? Lah, kan belum ada debar-debar di hati! πŸ™‚

Terus kami lanjut kuliah malem. Satu kelas semua πŸ™‚ Makin sering ketemu, makin sering main bareng, makin sering jalan rame-rame, dan jadinya makin akrab dong yaaa? Yah jadi kalo masku sms, atau jadi rajin main ke blogbolehku dulu plus sering ngajak chatting pun aku tak curiga πŸ˜€ Yah kenapa juga harus curiga, wong yang dibahas juga cuma tentang kuliah, mau jalan-jalan kemana lagi, mau makan rame-rame dimana, bla bla. Hal-hal yang biasa banget! πŸ˜€ Naaah, sampai di suatu saat, tiba-tiba dia minta aku bantuin dia ngingetin supaya berenti ngerokok. Aku nanya lah “Kenapa aku? Kalo yang bantuin orang yang disayang kayaknya bakal lebih ngaruh kan?” Malamnya, dia baru jawab kenapa. Dan aku kaget karena jawabannya bener-bener di luar ekspektasi aku. Yah intinya orang yang disayang dia itu ya aku! Dia jadi melihat aku berbeda sejak prajab ternyata! Wew wew wew, kepalaku langsung pening. Lah kan dia masih punya pacar di sana πŸ™ Aku g mau jadi perebut. Dan ternyata dia memilih untuk memperjuangkan aku.

Waktu itu, aku sedih. Aku ngelakuin apa sampe dia bisa segitunya memperjuangkan aku. Aku merasa g pernah tebar pesona karena dia itu temenku. Sempet merasa buruk, bikin hubungan cinta dia sebelumnya kandas. Tapi Ajay bilang, masku ini g main-main sama aku. Kebetulan aja aku ada saat hubungan cinta dia sebelumnya sedang kritis. So, I took a breath, dan mulai berfikir jernih. Setelah putus itu, masku udah ‘nembak’ lagi. Tapi aku minta waktu karena aku bener-bener g tau perasaan aku ke dia itu berjenis apa. Setelah itu, semakin intenslah pendekatannya πŸ™‚ Dan setelah melihat dia sebagai seorang single, mendengar cerita-ceritanya, menertawakan tingkah bodohnya, terharu untuk semua usahanya, ternyata debar-debar di hati itu muncul dengan mudahnya πŸ™‚ Yah, terserahlah ya, kalo mau ada yang nyinyir. Aku cuma yakin, Allah punya rencana sendiri untuk semua hal yang terjadi dalam hidup kami, termasuk gimana akhirnya kami bisa sama-sama. Daun yang jatuh pun hanya terjadi atas izin-Nya kan? πŸ™‚

Dimulai dengan sebuah video bikinan dia 3 hari sebelumnya, dilanjutkan dengan sebuah video amatiran yang diambil di Bandung waktu dia ketemu sahabat Brainlessnya *makasih Hilman yang ngeshoot*. Di video itu dia teriak di jalan Asia Afrika “Dian sayaaaang Ameel” *terharuuuu*, sampai ucapannya langsung di bangku depan terminal 1A Bandara Soekarno Hatta πŸ™‚ Hatiku luluuuh πŸ™‚ Tapi tetep yaaa? Masih gengsi week mau bilang sayang-sayang. Jadi aku jawabnya pake gambar format gif yang dikirim lewat bluetooth πŸ™‚ Foto aku, tanda love, Foto dia, tulisan ‘too’. Hahahaha, ter-cupuuu πŸ˜› Abis itu, langsung aku tinggal balik ke Palembang πŸ™‚

29 Desember 2006 (ilfil g siih liat rambutnya! :P)

6 tahun dari hari itu, kami ternyata masih sama-sama. 6 tahun yang dimulai langsung dengan orangtuaku yang g setuju karena rambut dia dulu diwarnai cokelat! (Iyaaa, kenapa mesti diwarnai siiih menjelang hari bersejarah ituuu! Aku pun hampir ilfil :P). 6 tahun yang langsung dimulai dengan perjuangan mengambil hati orangtua. 6 tahun yang penuh warna. 6 tahun yang penuh cerita.

I love You, Masku πŸ™‚

Thank you to be with me πŸ™‚

Yesterday, Now, and Forever insya Allah πŸ™‚

25 Tahun Kamu

9 November 2011,

Selamat Ulang Tahun yang ke-25 ya Pak Suami πŸ™‚

 

Doa untukmu tetap sama seperti 2 tahun terakhir πŸ™‚ Di ulang tahun ke 23 dan 24 mu.

Semoga menjadi imam yang lebih baik dan lebih baik lagi untuk keluarga ini.

Semoga selalu dimudahkan dalam setiap urusanmu.

Semoga selalu diberkahi oleh Allah.

Amiiiiiiiiiiiin…

 

 

 

Bunda dan Akhtar do love you πŸ™‚

Selamat Ulang Bulan Perak Pernikahan kita.

Baru 25 bulan kita mengarungi bahtera ini. Semoga selalu saling menyayangi & melindungi. Saling bahu-membahu demi masa depan yang lebih baik.

Tahun ini di ulang tahun Mas, ada anak bayi yang udah g sabar nyolek-nyolek kue πŸ˜€

Lucu ya? πŸ˜€

Selamat Ulang Tahun yang ke-2 juga ourlittlekingdom.com πŸ™‚

Semoga lebih banyak cerita indah yang bisa ditulis di sini πŸ™‚

—-

Selamat Ulang Tahun berhijab yang ke-7 buat aku.

Semoga bisa jadi lebih baik lagi πŸ™‚

—–

Amin πŸ˜€

Ya Allah, terima kasih untuk semua kebahagiaan ini πŸ™‚

2nd Wed Anniversary

ceritanya surat buat pak suami. Prikitiiiuw πŸ˜›

Β 

——

Β 

Kemarin tanggal 9 Oktober, kita udah nikah 2 tahun, mas! Setelah 33 bulan pacaran, akhirnya akad nikah itu terucap. Seneng? Luar biasa! Satu mimpi kita akhirnya bisa terwujud πŸ™‚ Tahun lalu, waktu 1 tahun, kita g bisa sama-sama, karena ky masih di Palembang, Akhtar belum sampe 40 hari waktu itu. Tahun ini, alhamdulillah kita bisa sama-sama. Ya ya ya, walau hari itu ya seperti biasa aja.

Β 

Hari minggu. Bangun tidur langsung inget taman! Pucuk merah yang dibeli malem kemarinnya belum sempat dipindah ke tanah karena kita kemagriban waktu sampe Taman Tekno, kita kesorean dari rumah Feri jenguk anaknya, Fira yang baru aja dibawa balik dari Cimahi ke rumah mereka. Akhtar juga udah bangun, dan akhirnya berani jalan di rumput. Haha, priceless ngeliat kalian berdua berlumur tanah dan main air di taman kecil kita itu πŸ™‚

Β 

Β 

Jam 10an kita keluar rumah, mampir dulu ke rumah Khalila, ternyata mereka malah mau ikut juga! πŸ˜€ jadilah kita berenam melipir ke ITC BSD! Yaaah, kita mau nyukur rambut Akhtar yang udah g jelas bentuknya itu πŸ˜› Alhamdulillah, no drama! Anak pintaaar kita πŸ™‚ Habis itu kita makan dulu, Akhtar udah g bisa diem di dudukan, lagi seneng jalan. Ah, waktu berjalan begitu cepat ya mas? Bayi kita udah semakin besar πŸ™‚Β  Begitu mau keluar ternyata hujan, kita sholat dulu sebelum menepati janji berkunjung ke rumah baru Mas Sukma πŸ™‚ Sampe malem kita di sana, karena hujan. Sampe rumah, kita bertiga sudah terlalu lelah, dan sukses sekali ketiduran bertiga! πŸ™‚ Biasa sekali memang, tapi I feel happy inside. Karena kita menghabiskan waktu yang berkualitas bersama πŸ™‚

Β 

Mamas, terima kasih untuk 2 tahun ini. Terima kasih untuk menjadi partner suka duka. Terima kasih untuk semuaaa bantuan yang dengan ikhlas mas kasih ke ky. Terima kasih untuk g malu bantuin ky mengerjakan pekerjaan rumah. Terima kasih untuk semua kepercayaan yang mas kasih buat ky untuk menentukan langkah untuk membesarkan Akhtar. Terima kasih untuk menjadi ayah yang mau dekat dengan Akhtar. Sungguh menjadi pekerja sekaligus ibu, istri, ibu rumah tangga adalah sesuatu yang terlalu berat untuk seorang ky. Dukungan dan semangat dari mamas lah yang bikin ky kuat πŸ™‚ Makasiy ya πŸ™‚

Β 

Maaf ky blum bisa jadi istri yang sholehah. Belum bisa gendutin mamas, belum bisa manjain dengan masakan enak, masakannya itu-itu aja lah kan mamas emang seleranya yang itu-itu aja, kalo dimasakin yang agak beda, malah g suka πŸ˜› Belum bisa bikin rumah selalu rapi juga, malah kadang kayak kapal pecah yah itu juga karena mamas juga siiih yang suka naruh apa-apa sembarangan πŸ˜› Tapi ky akan selalu berusaha untuk menjadi istri Mamas dan ibu Akhtar (dan insya Allah adiknya nanti) yang bisa kalian banggakan πŸ™‚

Β 

Ky sayang Mamas. Selalu πŸ™‚

Β 

Happy 2nd Wedding Anniversary, Us! Semoga kita akan terus semakin menyayangi & mendukung supaya keluarga kecil ini menjadi lebih kuat! Amin πŸ˜€