KA Ekonomi Serpong – Merak | Trip to Lampung

Tiket KA Ekonomi Serpong – Merak

Ketika saya sudah di atas kereta Banten Express tujuan stasiun Rangkas benar saja banyak para penumpang membicarakan tentang sadisnya KA Ekonomi Serpong – Merak yang berangkat dari Stasiun Kota.

“Banyak copetnya” celetuk pria di depan tempat duduk saya.

Mereka biasanya beroperasi bergerombol dan mengelilingi calon korbannya sehingga mereka susah bergerak ataupun minta tolong, begitu menurut cerita mereka. Alhamdulillah saya tidak menemuinya di sepanjang perjalanan ini karena memang ternyata selepas Stasiun Rangkas kereta ini sepi.

Beberapa stasiun selepas Stasiun Serpong

Suasana Stasiun Rangkasbitung

Perjalanan menggunakan KA Serpong – Merak ini sangat melankolis bagi saya yang sangat menyukai menikmati perjalanan dengan memandang ke luar jendela menikmati suasana persawahan dan kampung-kampung kecil. Sungguh tak dinyana bahwa di sekitar kota besar (Jakarta; Tangerang) masih ada suasana perkampungan, persawahan seperti di jalur KA ini. Seperti flashback ke jaman kemerdekaan. Stasiun-stasiun kecil bahkan KA ini juga berhenti di tengah persawahan yang tidak ada stasiunnya namun ada pemukiman penduduk di sana.

Beberapa stasiun selepas Stasiun Rangkasbitung

Menikmati perjalanan di pinggir pintu KA Ekonomi yang tidak tertutup.

Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam lebih akhirnya sampai juga di Stasiun Merak. Stasiun yang saya sangka sudah tak berfungsi lagi karena memang suasananya yang sepi dan kalau berdasarkan jadwal yang ada cuma ada satu kali pemberangkatan dan kedatangan di stasiun ini.

Suasana di Stasiun Merak dan Terminal Penyeberangan di Pelabuhan Merak.

Hal yang berbeda setelah sekian lamanya saya tidak ngeteng adalah bahwa sekarang untuk pembelian tiket harus menyebutkan nama dan alamat. Tiket penumpang juga berupa e-ticket walaupun pada saat masuk ke pintu masuk masih manual dengan menyerahkan e-ticket tersebut kepada petugas yang berjaga di depan loket otomatis yang tidak berfungsi. Menurut cerita para penumpang sistem ini darurat diberlakukan karena minggu sebelumnya terjadi insiden mobil terbakar di atas kapal. Well, semoga lebih baik lagi nanti.

Suasana di atas kapal penyeberangan Pelabuhan Merak

Suasana di Pelabuhan Bakauheni

Setelah hampir 3 jam, sampailah di pelabuhan bakauheni. Perjalanan siang selalu menyenangkan karena dapat menikmati pemandangan selat sunda yang indah dari atas kapal penyeberangan. Namun karena antrian kapal yang akan merapat, kapal ini sempat terapung menunggu antrian cukup lama, satu hal yang paling membosankan.

Perjalanan ke terminal Rajabasa dilanjutkan dengan moda transportasi bus. Satu hal yang paling mengecewakan adalah moda transportasi satu ini masih buruk pelayanannya. Saya sampai kesal dan menyesal karena tidak memilih jasa travel saja. Bus lama ngetem, hampir satu jam menunggu penumpang, sangat membuang waktu. Saya memilih Bus AC karena pertimbangan kesejukan, tetapi apa yang terjadi saudara-saudara? AC-nya angin doank, gerah, mendingan ekonomi dah. Mungkin saya kurang beruntung atau memang begini cerminan bus Bakauheni – Rajabasa? Sebuah PR besar untuk penyedia jasa angkutan di sana.

Kemaleman di Terminal Rajabasa, Lampung

Akhirnya pukul 20.00 WIB saya tiba di Terminal Rajabasa lalu menumpang menginap ke tempat saudara karena untuk melanjutkan perjalanan ke Metro sudah kemalaman dan tidak ada bus lagi yang beroperasi. Kalau pun menunggu travel Rajabasa – Metro harus menunggu penumpang penuh agar sopirnya mau jalan. Sekedar info bahwa bis ke Metro paling malam sekitar pukul 7 malam.

Selamat Jalan-jalan šŸ˜€

Info harga tiket :

– Tiket KA Serpong – Merak Rp 4.000

– Tiket kapal penyeberangan Rp 12.500

– Bis Bakauheni – Rajabasa Rp 22.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *