Jakarta – Ciwidey

Setelah mampir ke Kampung Stroberi untuk check in dan beristirahat sejenak, perjalanan di lanjutkan ke Situ Patengan. Ada juga yang menyebutnya Situ situ patenganPatenggang. Perjalanan sekitar 20 menit dari tempat kami menginap. Tempat yang menarik. Pemandangannya indah dan menyejukkan. Sayang, waktu tiba di sana hari hujan dan yang kami dapati hanya Situ yang terhalang kabut hujan 😛

Berikut cerita singkat tentang Situ Patengan :

 

Berasal dari bahasa Sunda Pateangan-angan (saling mencari). Mengisahkan cinta putra Prabu dan Putri Titisan Dewi yang besar bernama Alam. Kisantang dan Dewi Rengganis, mereka terpisah untuk sekian lama karena cinta mereka yang begitu dalam mereka saling mencari dan akhirnya dipertemukan kembali di sebuah tempat yang sampai sekarang dinamakan “Batu Cinta”.
Dewi Rengganis pun minta dibuatkan Dana dan sebuah perahu untuk berlayar. Perahu inilah yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati (Pulau Asmara/Pulau Sasaka).
Menurut cerita ini yang singgah di batu cinta dan mengelilingi pulau Asmara senantiasa mendapat cinta yang abadi seperti mereka.

Tapi lain ya sama gosip yang beredar bahwa kalau bawa pacar pulangnya putus? 😛 Oo.. mungkin karena bukan pasangan cinta abadinya kali ya 😀

Situ Patengan

Ya, saya adalah seorang Ayah yang Bahagia.

Situ Patengan{jcomments on}

images taken with Canon Digital Ixus 80

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *