Dengarkan lalu Tuangkan

Ide-ide tulisan itu, uneg-uneg atau apapun engkau ingin menyebutnya laksana sebuah sop buntut. Rasanya lezat saat dinikmati panas-panas. Rasanya segar setelah menyantapnya. Namun sangat hambar saat dinikmati sudah dingin dan tak segar lagi, bahkan rasa lemak yang dingin menggumpal sangat tak nyaman di mulut. Ide-ide itu juga kadang muncul begitu saja tiba-tiba seperti penampakan šŸ˜› Saat ide itu hanya dilintaskan tanpa ditangkap dengan suatu media catatan maka ide-ide itu akan memenuhi ruang kepala yang lama-lama terasa tak nyaman di hati. Seolah-olah ada sesuatu yang hebat namun tak tau itu apa. Kadang kusempatkan saja menuylis di kotak sms dan menyimpannya dalam konsep, hanya saja cara seperti itu hanya menambah pusing saat membukanya kembali karena ide pokok itu sudah tak berisi karena tak hangat lagi di kepala. Ide-ide itu datang di mana saja, kapan saja dan pemikiran ini kutulis di hp saat aku sedang mencuci baju-baju anakku setelah membaca sebuah catatan di facebook seorang temanku. Ya.. mulai hari ini aku akan lebih rajin menulis agar semua isi kepala ini dapat tersalurkan, semoga.. {jcomments on}

Ā 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *