Surat untuk Akhtar #4

Akhtar sayang, surat ke 5 yang harusnya ada di ulang tahun ke 4, telat hampir 1/2 tahun. Huhu, maaf ya naaak πŸ˜› Memang di beberapa waktu belakangan ini, bunda cukup jungkir balik rasanya untuk menyelesaikan semua. Kerjaan kantor, tugas ‘sekolah’ bunda, project beberapa album buat keluarga kita, buat kamu, buat adek, buat kakek nenek, jualanan sampe ke banyak banget kepengenan bunda itu loh. Sampe-sampe blog keluarga kita jadi sering dianggurin. Sampe-sampe bikin surat buat kamu aja telatnya separah ini. Maaf yaaa, kak :*

Akhtar sayang, 3 ke 4 tahun. Bunda ingat muka bahagia kamu waktu sepeda hijau kamu bisa maju waktu kamu kayuh hanya setengah sadel karena kakimu belum sampai memutar satu putaran penuh. Haha, iya, dulu memang sepeda yang dibeli itu lebih besar dari ukuran seusia kamu. Supaya tahan lama πŸ˜› Tiap minggu bertambah baret di kakimu, lenganmu, lututumu. Tapi kamu tetap berusaha. Sampai akhirnya kamu bisa ngebut! Teruslah seperti itu ya nak, tumbuhlah menjadi anak yang tidak pernah merasa lelah mencoba, selalu berusaha, dan tidak menyerah πŸ™‚

Akhtar sayang, banyak sekali kepintaran yang diberikan Allah kepada kamu. Mulai dari toilet training yang lulus (yaah, sesekali masih sih kamu ngompol sekarang ini! :P), kosakata yang terus bertambah, penalaran pikiran yang makin berkembang, kemampuan motorik yang sangat baik (udah bisa lepas pasang kancing sendiri dan heiii, playground perumahan itu mah udah semuanya bisa ya kak? :D), nyusun puzzle sampe 100pcs lebih, bisa nyebut huruf R sampai ke hapalan surat dan doa. Di tahun ini juga kamu mendapat pengalaman baru lagi, melihat kebesaran Allah di Seaworld sama teman-teman. Berterimakasihlah selalu atas semua kepintaran dan kemampuan yang bertambah itu hanya kepada Allah ya nak. Allah yang Maha Pemberi πŸ™‚

Akhtar sayang, di balik semua kepintaran itu, bunda masih aja mengkhawatirkan badan kamu yang masih saja mungil. Kamu makan banyak, jarang sekali susah makan. Kamu juga tidak memilih (kecuali ayam sama daging kalau dimasak tidak empuk atau dipotong terlalu besar. Masih susah ya kak?). Bu guru bilang, di sekolah kamu akan makan sayurnya duluan, apapun itu, sampai habis, baru disusul lauk, terakhir baru nasi πŸ˜› Ya Allah, bantu kami lebih untuk hal ini boleh yaa? πŸ™‚

Akhtar sayang, di balik kejahilan kamu, kamu tumbuh menjadi anak yang peduli dan penuh kasih sayang. Tali tas temenmu belibet, kamu bantu benerin. Tantemu pake sepatu diinjek, kamu suruh berhenti jalan dulu, lalu kamu nunduk benerin sepatunya. Tapi yang paling bunda ingat, saat kamu habis sakit, dan ada perayaan hari ibu. Kamu yang biasanya demam panggung, jadi mau maju, dan bergerak sekenanya cuma karena Bunda bilang, bunda sedih kalo kamu gak mau maju. Huhuhu, terima kasih ya naaak :’) Kakak, teruslah tumbuh jadi anak yang penyayang ya nak, sekeras apapun dunia yang akan kamu hadapi nanti. Karena anak baik akan disayang sama Allah πŸ˜€

Akhtar sayang, kamu juga sudah menanamkan beberapa hal baik. Buang sampah di tempatnya, kalo lampu merah berhenti, membantu adek beresin minumannya yang tumpah dan lain-lain. Semoga bisa jadi kebiasaan baik yang akan memudahkan kehidupan kamu nanti ya nak πŸ™‚

Akhtar sayang, kamu juga udah bisa menamai perasaan kamu. Gak nyaman, nyaman, senang, sampai sedih. Bunda masih ingat di suatu malam saat Mbah pulang ke Lampung, kamu menahan tangis, dan baru pecah saat Bunda bilang tidak apa-apa kalo menangis. Nak, tahukah kamu, saat mendengar tangisan kamu, hati Bunda ini juga jadi sediiiih sekali, tapi Bunda harus menjadikan kamu anak laki-laki yang kuat, yang bisa menghadapi kekecewaan dan kesedihan dengan gagah perkasa. Kakak Akhtar nanti kan akan jadi pemimpin keluarga, kakak Akhtar adalah orang yang paling kuat di keluarga kamu nanti. Insya Allah, Allah bantu kita ya kak πŸ™‚

Akhtar sayang, pak polisi di rumah yang suka balikin kata-kata ayah bunda buat ayah bunda juga. Haha, pengingat ayah bunda supaya bertingkah dan berkata-kata yang baik terus yaa πŸ˜› Akhtar juga jadi pelindung Kirana, yang bantuin adek ngapa-ngapain, yang jadi partner in crime Kirana main air basahin baju, tapi juga yang aktif gangguin Kirana. Ah, kak, bunda masih suka aja bilang (terutama kalo beresin baju kecil kamu sama liat foto kecil kamu), “Ya Ampun ayaah, anak kita ini kok udah gede ajaaa!” πŸ™‚

Akhtar sayang, sungguh Bunda harus lebih banyak bersyukur karena Allah sudah menitipkan kamu ke keluarga kecil kita. Seorang laki-laki kecil yang menentramkan hati kami. Terima kasih untuk banyak sekali perhatian kamu, terutama saat Bunda harus memilih mendahulukan Kirana dulu ya, nak. Terima kasih kamu yang mau memeluk Bunda dari belakang, saat Kirana masih butuh disusui Bunda, padahal kamu ingin tidur sambil dipeluk Bunda. Terima kasih nak.

Sekali lagi Bunda minta maaf untuk hal buruk yang kami tidak sengaja perdengarkan, perlihatkan, contohkan ke kamu ya kak. Semoga Allah mau menghapuskan hal-hal jelek itu dari ingatan kamu yang ternyata bisa megingat hal yang sudah cukup lama berlalu. Semoga Allah berkenan menjadikan kamu anak yang berakhlak baik dan nanti akan menjadi anak sholeh yang doanya akan didengar oleh Allah.

Muhammad Akhtar Zeeshan, laki-laki kecil kesayangan kami. Selamat ulang tahun ke-4 ya kak. Tinjulah congkaknya dunia, doa kami di nadimu πŸ™‚

Kami sayang sekali sama kamu :*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *