Surat untuk Kirana #2 Tahun

Kirana sayang, maaf, surat ini telat 3 bulan lebih ya nak. Tertunda karena bunda sok sibuk. Bukan karena bikin surat buat kamu bukan hal yang penting, tapi memang menulis surat buat kamu, bunda haruskan ada di dalam saat Bunda sedang tidak diburu-buru harus mengerjakan yang lain. Tertunda juga karena bunda sok-sokan bikin project album foto buat kita. 1 album khusus perjalanan hidup kamu, salah satunya. Semoga kapan pun kamu melihatnya, masih sama seperti binar matamu saat pertama kali melihat album yang sudah jadi itu ya nak. Semoga menjadi sesuatu yang bikin kamu bahagia mengingat betapa banyak cinta yang ayah dan bunda tuangkan di situ. Mengambil fotomu kapan pun kami bisa, memilihnya dengan cermat, sampai menunggu dengan harap-harap cemas, apakah album itu berkualitas baik supaya bisa kamu lihat sampai bertahun-tahun yang akan datang. Semoga semua cintanya akan sampai ke kamu ya nak πŸ™‚ Jadi, dengan semua alasan tadi, bunda minta maaf yaa suratnya telat πŸ˜›

Kirana sayang, sudah 2 tahun umurmu. Benar-benar tidak berasa karena kamu adalah bayi yang sangat bekerjasama. Baru di penghujung usia satu tahunmu, kamu mulai mengaduk emosi bunda dengan teriakan kecilmu saat berantem sama kakak. Jari kecilmu sudah membesar, seperti anggota badanmu yang lain. Tapi genggaman tanganmu masih sama eratnya seperti genggamanmu saat masih bayi merah. Genggamlah tangan kami terus ya nak. Karena kami berjanji akan selalu berusaha,sekeras kami bisa, untuk selalu ada untuk membalas genggamanmu πŸ™‚

Kirana sayang, pernah kita naik kereta dan naik kopaja setelahnya, kamu yang terbiasa naik mobil sejak bayi, secara spontan bilang “Anaaaas”. Bunda merasa geli. Tapi satu pikiran melintas, apakah kami bisa tetap mengajarkan kepada kamu bahwa kenyamanan itu adalah hasil perjuangan. Memang lebih enak kalo nyaman, tapi saat terpaksa mengalami yang tidak nyaman, kamu harus berjuang untuk merasa nyaman. Kirana harus jadi gadis kuat. Sekarang, ayah bunda dan kakak mungkin bisa selalu membantu kamu. Namun, jika takdir mengharuskan kamu harus mampu mandiri, maka berjuanglah. Bunda janji, saat itu datang, walau takdir memisahkan kita jauh sekali, doa Bunda tidak akan putus untukmu ya dek πŸ™‚

Kirana sayang, bundamu ini kepedean sekali. Waktu ada dinas keluar kota, bunda kira semua akan baik-baik saja, karena kamu sama bunda. Tapi ternyata kamu nangis terus karena gak ada kakak dan ayah. Hihi, walo tangan dan kaki dan punggung bunda harus ditempel koyo karena pegel gendongin kamu, di antara kesel denger tangisan kamu, hati bunda hangat karena tau bayi sekecil kamu bisa merasa ada yang kurang kalo kita tidak dalam formasi lengkap :’)

Kirana sayang, alhamdulilah sampai genap 2 tahun, Allah memberi kita kesempatan untuk merasakan keromantisan proses menyusui. Semoga setiap tetes ASI itu menjadi bekal yang baik untuk hidupmu. Menyusui kamu adalah pengalaman yang akan selalu bunda ingat. Iya, bunda kadang lengah, masih aja online sambil menyusui (soalnya gak ada waktu selain itu, dek!) atau gerumel karena bunda kesel kok kamu mimiknya nempelnya lama banget, sementara makan siang belum dimasak, rumah belum dipel, dan pakaian belum dijemur. Seharusnya bunda sadar, waktu berjalan cepat. Dan menyusui kamu pun akan menjadi hal yang cuma bisa rindukan. Ah, saat kamu jadi ibu nanti, ingatlah itu. Waktu tidak bisa diulang, anak-anak tidak selamanya kecil kan?Β  Jangan menyesal seperti bunda ya nak πŸ™‚

Oh, jauh sekali bunda melompati waktu, berandai-andai saat kamu menjadi ibu. Ah, sekalian saja bunda doakan, semoga gadis kecil bunda ini akan menjadi wanita yang sholehah dan cerdas. Wanita yang mengerti semua hak dan kewajibannya sesuai Alquran dan Hadits. Wanita yang tahu akan kodrat penciptaanya. Wanita yang baik yang akan mendapatkan suami yang baik. Suami yang mengetahui hak dan kewajibannyanya sebagai suami. Suami yang akan menyayangimu dan menuntunmu untuk selalu ada di jalan yang baik. Suami yang akan membawa keluarga kalian ke surga.

Kirana sayang, tahun ini, bunda ikut sekolah. Sekolah supaya jadi orang tua yang lebih baik. Kamu dan kakak adalah alasan ayah dan bunda berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi dan lagi. Banyak hal yang bunda sesali kenapa tidak tahu dari dulu. Ilmu itu penting nak. Ilmu sebelum amal. Semoga kamu dilimpahi Allah semangat dan pikiran yang terbuka untuk selalu belajar ya nak. Doakan ayah dan bunda, bisa mengejar ketertinggalan supaya bisa menjadi orang tua yang membawa anak dan keturunannya ke semua hal yang disayangi Allah ya naaak πŸ™‚

Kirana sayang, terima kasih untuk senyum kamu, muka kamu yang bikin gemes itu, nyanyian kamu dengan suara kecil itu, jogetan lucu itu, terutama hapalan suratmu. Terima kasih bilang “Bunda, plucu..”. Terima kasih selalu menyambut bunda hangat saat bunda jemput di sekolah. Terima kasih jarang banget nangis pas ditinggal, sekalipun habis libur panjang karena ada nenek atau mbah di rumah. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih.

Maaf kalo bunda masih suka gak sabar. Masih suka tiba-tiba bernada tinggi sampai kamu nangis, dan langsung minta maaf. Bunda gak mau jadi momster, dan seharusnya bunda tidak meminta excuse untuk hal lain yang memenuhi diri bunda sebelum menjemput kalian. Maaf ya nak, kalian sering dapet energi sisa bunda πŸ™ Maaf kalo ternyata perilaku bunda ternyata ada yang salah, dan terlanjur kalian ikuti. Semoga Allah memberi ridho supaya bisa kita luruskan ya nak πŸ™‚ Semoga Allah membuka jalan terbaik ya nak buat keluarga kecil kita.

2014_suraat

Bunda sayaaaaaaang banget sama kamu, gadis kecil πŸ™‚

Selamat ulang tahun yang kedua, cahaya kecil yang meneduhi keluarga kita. Semoga kami mampu menjadi orang tua yang tidak durhaka pada anak-anaknya ya, nak. Semoga kamu tumbuh besar menjadi anak yang sholehah πŸ™‚ Semoga kamu selalu sehat, bahagia, dan dilindungi oleh Allah πŸ™‚

4 thoughts on “Surat untuk Kirana #2 Tahun”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *