When the children grow up

Sudah tahun 2014. Rasanya baru saja kemarin gantian gendong Akhtar di kereta sama Bunda. Atau bopong Akhtar dari baby car seat tiap kali sudah sampai di rumah dan dia masih tertidur, dari yang enteng sampai sekarang yang musti terengah-engah karena Akhtar udah besar dan berat tiap kali harus membopongnya ke kamar tidur πŸ˜€ Dari Kirana masih kecil mungil sampai sekarang suka ngambek klo gak sreg ma keinginannya, sudah besar-besar ya kalian, Ayah terharu πŸ˜›

Sekarang, keduanya sudah besar, sudah bisa jalan. Kebahagiaan sesorang Ayah sesederhana saat keduanya minta digandeng bebarengan berempat sama Bunda, kayak logo KB yang ada di tugu-tugu di kampung Ayah ya πŸ˜€

Tapiii.. Ayah kok lembek banget ma anak gadis Ayah ya, maaf ya kak, mungkin sudah sunatullah bahwa laki-laki klepek-klepek di hadapan wanita ya. Kalau ke Kakak mah Ayah bisa tegas gas, tapi kalau ke Adek Ayah lembek πŸ™ Maaf ya kak, mungkin sedikit gak fair ya, tapi sebisanya Ayah fair kok ya πŸ˜€ dan Adek, jangan pake tatapan dan rengekan maut itu ke Ayah, gak tahaaaaan hihi..

IMG_20140108_172318

IMG_20140103_073203

Tuh, muka si adek kalau jutek ke Ayah, ampuuun.. πŸ˜€

IMG_20131213_061034Ayah selalu berdoa, bahwa Tuhan akan selalu membimbing Ayah untuk menjaga kalian sampai saatnya tiba nanti Ayah gak bisa jagain kalian, juga Bunda. Menjaga kita, in Our Little Kingdom

2 thoughts on “When the children grow up”

  1. Yah, serba salah sih ya. Katanya sama anak cewek emang harus lembut supaya gak nyari kehangatan di luar sana πŸ˜›

    Tapi, memang Mamas ‘lemaaaah’ banget ke Kirana, dan Kirana ngerti kayaknya kalo ayahnya itu gak akan marah sama dia πŸ˜›

    Semangat yaaa! :*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *